Margorejo –   Pada peringatan Hari Kemerdekaan RI Ke-72, Gusdurian Pati akan mengadakan lomba berthema wawasan kebangsaan, bagi kaum termarginalkan. Ini, sebagai bentuk penyadaran terhadap kaum termarginalkan, untuk memaknai hakekat kemerdekaan, minimal mampu menghafal dasar negara dan lagu kebangsaan.

Lomba untuk membangkitkan jiwa kepahlawanan dan kebangsaan memperingati Hari Kemerdekaan RI itu, akan mengikut-sertakan  kaum marginal, para  Perempuan Seks Komersial (PSK) di komplek Lorok Indah (LI) Margorejo, Senin (14/8).
Pelaksana Kegiatan Lomba, Alman Eko Dharmo mengatakan,  meski sudah 72 tahun merdeka, tapi di Indonesia umumnya, dan di Kabupaten Pati khususnya masih  banyak anak bangsa yang terperosok dan terjerembab pekerjaan di komplek-komplek prostitusi, hingga akhirnya termarginalkan. Sehingga pada moment peringatan Hari Kemerdekaan, Gusdurian Pati mengajak mereka untuk turut memeriahkan, dengan lomba menghafal Pancasila dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
“Marilah berlomba-lomba dalam kebaikan (fastatiqul khoirot). Jadi sekecil apapun harus kita lakukan. Seperti yang dilakukan kelompok Gusdurian, dimana setiap 17 Agustus selalu mengadakan peringatan HUT Kemerdekaan RI, khusus tahun ini diadakan lomba menghafal teks Pancasila dan menyanyikan lagu Indonesia Raya,” tuturnya.
Alman Eko Dharmo menambahkan, karena penyelenggaraan kegiatan ini untuk kaum termarginalkan tentu saja para Pekerja Seks Komersial (PSK) dan Pemandu Karaoke (PK), terutama penghuni komplek Lorok Indah (LI) dan komplek Kampung Baru di wilayah Kecamatan Margorejo.
“Ini merupakah upaya untuk menggunggah rasa kesadaran. Karena mereka harus mempunyai kesadaran diri, dan jangan hanya sekedar menjadi penonton atau kembang yang berbau tak sedap. Dengan lomba tersebut diharapkan, mereka nanti juga diberikan perkakas yang bisa untuk membuka usaha, seperti blender, atau perkakas lainnya. Dengan kegiatan itu, ada kesadaran mereka untuk berhenti dan beralih membuka usaha secara mandiri,” kata Alman Eko Dharmo.
Pelaksana Kegiatan, Alman Eko Dharmo mengatakan, keterlibatan Gusdurian Pati setiap tahunnya pada peringatan Hari Kemerdekaan RI, juga mengajak ratusan pekerja seks komersial (PSK) dan pemandu karaoke (PK) mengikuti upacara bendera di halaman Pasar Hewan Margorejo. Sehingga dalam benak mereka, juga tersirat nilai-nilai nasionalisme dan kebangsaan.(•)