Gabus –   Perubahan Daerah Pemilihan (Dapil) pada PemilihanUmum Legislatfi (Pileg) 2019 mendatang, masih menunggu formulasi KPU Pusat dan KPUD masing-masing. Namun yang pasti, perubahan Dapil ini akan membawa dampak signifikan bagi seorang calon legislatif. Mereka harus merintis dari nol lagi, untuk meraup dukungan pemilihnya. Pemilihan Umum Legislatif (Pilleg) mendatang, di masing-masing Kabupaten/Kota akan terjadi perubahan daerah pemilihan. Terutama bagi daerah pemilihan yang perolehan suaranya lebih dari delapan kursi. Hanya saja seperti apa formulasi dan komposisi perubahan daerah pemilihan itu, masih menunggu keputusan KPU.

“Perubahan Dapil itu terjadi di DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota. Tentu pelaksanaannya kita tunggu nanti KPU pusat dan KPUD masing-masing dalam  memformulasikan tentang masalah Dapil di daerah masing-masing. Oleh karena itu, nanti kami dan temen-temen yang akan mencalonkan diri, harus bersiap-siap untuk menyesuaikan kembali.  Ini memang menjadi persoalan, karena memang temen-temen sudah cukup lama membina Dapil-nya masing-masing, dengan ada perubahan ini pasti agak sedikit merepotkan,” demikian Wakil Ketua Baleg DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Firman Soebagyo SE, MH, saat menjawab pertanyaan radio PAS, Usai Sosialisasi 4 Konsensus Dasar Kebangsaan dihadapan seratusan warga di Desa Karaban Kecamtan Gabus, Sabtu (12/8).
Firman Soebagyo yang juga Ketua Umum IKKP menuturkan,  perubahan Dapil nantinya akan menjadi masalah bagi politikus maupun kader partai yang sudah terlanjur menginvestasikan sosialisasinya di Dapilnya yang lalu. Karena mereka harus merintis lagi dari nol, untuk meraup simpati pendukungnya.
“Itu problemnya. Di Jawa Tengah sendiri ada perubahan apa tidak saya sendiri belum tahu. Yang persis Jawa Tengah,  Provinsi,  dan Kabupaten/Kota,  kalau tidak salah Dapil yang kursinya diatas 8 itu yang akan terjadi perubahan. Kalau di Pati itu ada beberapa Dapil yang perolehan kursinya lebih dari 8. Seperti Dapil III, kalau nggak salah itu juga lebih dari 9 kursinya,  itu ada perubahan,".
“Jadi anggota dewan bertambah untuk DPR RI tidak, hanya DPRD Kabupaten/Kota dan DPRD Provinsi.  Tapi ini menguntungkan juga, karena bisa memperbanyak perolehan kursi atau suara, seperti harapan kita. Memang ke depan itu setiap wilayah harus punya perwakilan jangan sampai, ada Kecamatan yang tidak punya wakil,” pungkasnya.
Wakil Ketua Baleg DPR RI, Firman Soebagyo, SE MH berharap, kader Partai Golkar di daerah pemilihannya, yang ada di Kabupaten/Kota, mulai bergerak merebut simpati dari masyarakat, sambil menunggu formulasi perubahan daerah pemilihan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).(•)