Pati – Sebagian wilayah di Kabupaten Pati kini mengalami kekurangan air bersih. Untuk mengurangi kesulitan warganya, Pemkab Pati mulai menyalurkan air bersih dengan menggandeng sejumlah perusahaan dan organisasi kemasyarakatan, maupun pihak swasta.  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati mencatat ada 58 desa di wilayahnya yang sekarang ini mengalami kekurangan air bersih. Desa-desa tersebut tersebar mulai dari Kecamatan Pucakwangi, Jakenan, Gabus, Batangan, Sukolilo hingga Kecamatan Kayen.

Kepala BPBD Kabupaten Pati, Sanusi Siswoyo mengatakan,  dari total desa yang masuk kategori kekurangan atau krisis air bersih, 54 diantaranya sudah menerima bantuan dropping dari Pemkab Pati.  Baik desa yang mengajukan permohonan secara langsung maupun dari hasil pemantauan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
“Daerah-daerah yang sudah mulai mengalami kekurangan air terutama di Kecamatan Batangan, karena airnya asin yang terletak di daerah pantai. Kemudian di Kecamatan Gabus, Kecamatan Sukolilo dan Kecamatan Pucakwangi.
Masing-masing desa sudah dipasok  masing-masing dua tangki bantuan air bersih,” katanya.
Untuk menanggulangi kekerangan ini, kata Sunusi Siswoyo, BPBD akan berkoordinasi intensif dengan PDAM dan PMI.
Ditempat terpisah, Bupati Pati Haryanto menghimbau warga untuk lebih menghemat penggunaan air. Meski Pemerintah Kabupaten Pati akan tetap menyalurkan bantuan air bersih.  
“Pendanaan tidak ada masalah. Jadi sudah saya kumpulkan semua OPD setidaknya ada 400 tangki, kemudian PMI menyiapkan 1000 tangki,  Korpri,  Perbankan, Perusahaan Swasta,  Ormas semuanya menyuplai. Kita siapkan mobil tangki DPUTR 2 mobil,  PMI 1 mobil, BPBD dua mobil.  Kita operasionalkan semua setiap hari untuk mengatasi kekeringan,” katanya.
Rencananya pada Selasa (12/9),  Bupati Haryanto bersama Wakil Bupati Saiful Arifin, dan Sekda Suharyono, akan menyerahkan penyaluran bantuan air bersih ke Desa Mencon Kecamatan Pucakwangi, untuk menanggulangi kekurangan air bersih bagi warganya. Serta pengajuan ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, untuk penggelontoran air dari Waduk Kedung Ombo, untuk mengairi persawahan. Sesuai dengan yang direncanakan penggelontoran akan dilakukan pada pertengahan September ini.(•)