Gembong – Seorang anak perempuan, terpaksa putus sekolah, sejak penyakit yang diduga kanker kulit menghinggapi ditubuhnya, tak kunjung sembuh.  Setiap harinya, gadis belasan tahun itu, hanya bisa duduk diatas kursi roda bantuannya, karena kulit ditubuhnya, kecuali bagian muka dan kepala nampak mengelupas dan berair.

Gadis penderita kanker kulit yang sulit disembuhkan itu, Ngatminah, warga Desa Semirejo Kecamtan Gembong. Bocah berusia 15 tahun itu, menderita penyakit yang diduga kanker kulit itu, sejak berusia 8 tahun.
Menurut Sunarno, kakak Ngatminah, penderitaan yang dialami adiknya itu, berawal saat bagian lehernya terkena sejenis penyakit herpes. Meski sudah diobati ke berbagai dokter dan rumah sakit, justru penyakitnya semakin menjalar ke sekujur tubuhnya, hingga sekarang.
“Awalnya muncul bintik-bintik kecil di leher. Lama kelamaan makin tumbuh besar dan berair. Kemudian pecah dan menjalar keseluruh badan. Sudah di bawa ke dokter RSUD Karyadi Semarang, RSUD RAA Soewondo maupun RS Sultan Agung Semarang belum ada perubahan sampai sekarang,” tutur Kakak Ngatminah.
Sunarno berharap Pemerintah dan dermawan untuk bisa membantu kesembuhan adiknya (Ngatminah). Sehingga dapat kembali bersekolah. Karena sejak kelas 1 SD, waktu itu sudah tidak bisa bersekolah.  Sedang untuk kesehariannya, tutur Sunarno, Ngatminah lebih banyak menghabiskan waktunya dengan dukuk-duduk di kursi roda bantuan dari masyarakat.
“Mulai parahnya ini pada 2015, adik menderita keparahan pada tubuhnya akibat terserang penyakit yang masih diduga kanker kuli. Kalau gejala awalnya pada 2010. Sedang untuk obatnya saat ini memakai obat herbal bantuan dari Komunitas Sedekah Rombongan (SR) Pati per botolnya Rp.5juta.,” ujarnya.
Sunarno mengatakan, dari 7 botol yang harus habis dipakai, saat ini baru 3 botol.  Berbagai pihak yang peduli penderitaan Ngatminah, terus bersimpati menyalurkan bantuan untuk kesembuhannya. Para pecintta radio PAS Pati, yang peduli pun turut menyerahkan bantuan bagi Ngatminah melalui program PAS Peduli.(•)