Pati – Masyarakat Pati umumnya, dan para perajin batik boleh berbangga. Pasalnya kerajinan tradisional batik karya warga Pati tersebut, mulai mendapat kesempatan untuk berpromosi gratis di luar negeri.
Adalah Duta Besar (Dubes) RI untuk New Zealand, Tantowi Yahya, yang telah memperkenalkan dan mempromosikan karya anak bangsa, Batik Indonesia asal Pati, Jawa Tengah. Hal itu, dilakukan saat Dubes RI tersebut menggelar tradisi halal bi halal dengan warga Indonesia di negara New Zealand, Minggu pagi (2/7).

Ketua Umum Ikatan Keluarga Kabupaten Pati (IKKP) Pusat, yang juga yang juga Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI, asal Desa Kedalon Batangan, H Firman Soebagyo, SE mengaku bangga atas upaya Dubes Tantowi Yahya yang mengenakan Batik asal Pati, saat berhalal bi halal.
“Saya bangga karena batik asli dari daerah pemilihan (Dapil) binaannya telah dipakai dan dipromosikan oleh Dubes RI untuk New Zealand, Tantowi Yahya. Kebanggaan itu disertai ucapan syukur. Karena Yang Mulia Dubes telah memakainya pada acara resmi halal bi halal dengan sahabat dan koleganya sesama satu fraksi dan satu partai,” demikian ungkap Firman Soebagyo.
Anggota DPR RI, Firman Soebagyo berharap kepada masyarakat Pati yang menggeluti batik untuk tetap semangat. Karena peluang yang ada untuk mempromosikan hasil karya masyarakat dari Daerah Pemilihan (Dapil)-nya, telah terbuka.
“Beberapa pesan yang disampaikan Dubes RI untuk New Zealand, Tantowi Yahya, motif batik asal Pati sangat unik. Seperti motif perikanan, hortikultura, dan peternakan yang tidak lazim di dunia perbatikan. Dia juga mengaku senang memakai batik yang motifnya jarang ditemui itu,” katanya.
Perkembangan batik di Kabupaten Pati belakangan pesat dan butuh promosi untuk pasar luar negeri. Salah satunya melalui para duta besar, maupun delegasi-delegasi negara saat menjalankan tugas diplomasi ke negara lain. Sehingga batik Indonesia, khususnya asal Pati, bisa go internasional.(•)