^ke atas
foto1 foto2 foto3 foto4 foto5

hair saloonUntuk yang mau gabung BB Pasfm, silahkan di PIN BB: 32711E7D

0295 - 385877
pasfmpati@gmail.com

Radio PASFM Pati

Saluran Informasi Warga Pati - Jawa Tengah

Berita BBC
Berita BBC

Jumlah Pengunjung

Hari ini 135

Kemarin 570

Minggu ini 705

Bulan ini 16425

Total 947360

Terdakwa Kekerasan Seksual Terhadap Anak Kandung Divonis 15 Tahun Penjara

Bagikan
FaceBook  Twitter

pasfmpati.com (Margorejo)- Sidang perkara kekerasan seksual yang dilakukan seorang ayah terhadap anak kandung, telah berakhir, setelah Majelis Hakim Pengadilan Negeri menjatuhkan vonis, Kamis siang kemarin (9/2).  
Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pati, menjatukan putusan hukuman atau vonis berat terhadap terdakwa pelaku kasus kekerasan seksual terhadap anak kandungnya, Sutiran, 35 tahun warga Desa Baleadi Kecamatan Sukolilo.

Majelis Hakim yang menyidangkan perkara tersebut, dalam amar putusannya menyatakan, terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana sesuai dakwaan Jaksa Penuntut Umum, yakni pasal 76 D jo pasal 81 ayat 1 jo pasal 81 ayat 3 UU Nomor 35/2014 tentang perubahan atas UU No 23/2002 tentang perlindungan anak. Jo pasal 65 ayat 1 KUHP.
“Atas perbuatan terdakwa, Majelis Hakim menjatuhkan putusan hukuman penjara selama 15 tahun, dan denda Rp.100juta atau subsider 6 bulan penjara,” kata Hakim Ketua, Tri Asnuri Herkutanto, SH, MH, saat membakan putusan.
Putusan hukuman berat tersebut, kata Hakim, dengan pertimbangan yang memberatkan, perbuatan terdakwa merusak masa depan korban yang merupakan anak kandungnya. Serta membuat korban trauma, dan kecewa dengan perilaku ayahnya.
Putusan tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Hj, Doyo Ediati, SH, yang menuntut dengan hukuman penjara selama 18 tahun potong tahanan selama terdakwa dalam persidangan.
“Karena terdakwa menyatakan pikir-pikir, kami selaku penuntut umum juga menyampaikan sikap pikir-pikir selama sepekan,” ungkap Jaksa Hj. Doyo Ediati, SH.
Selama dipersidangan terdakwa Sutiran didampingi Penasehat Hukum, Pengacara Yudi Sunarso, SH. Dan, pada saat pembelaan terdakwa melalui Penasehat Hukum-nya, sempat meminta keringatan hukuman, dan sumpah pocong untuk membuktikan dia tidak melakukan perbuatan seperti yang dituduhkan kepadanya.
Sedang yang terungkap di persidangan, perbutan terdakwa Sutiran tersebut terjadi dirumahnya di Desa Baleadi, Kecamatan Sukolilo, pada Sabtu dinihari (13/8/2016).(•)

Web Resmi Radio PASFM Pati