^ke atas
foto1 foto2 foto3 foto4 foto5

hair saloonUntuk yang mau gabung BB Pasfm, silahkan di PIN BB: 32711E7D

0295 - 385877
pasfmpati@gmail.com

Radio PASFM Pati

Saluran Informasi Warga Pati - Jawa Tengah

Berita BBC
Berita BBC

Jumlah Pengunjung

Hari ini 682

Kemarin 767

Minggu ini 3433

Bulan ini 17103

Total 887942

Hindari Penyalahgunaan, Pendistribuan Pupuk Bersubdisi Langsung Ke Gapoktan

Bagikan
FaceBook  Twitter

pasfmpati.com (Pati) - Penyalahgunaan pupuk bersubsidi kepada petani diduga karena ada yang tidak beres dalam pendistribusiannya. Untuk itu, sistem pendistribusiannya, perlu diatur ulang, agar pupuk bersudsidi benar-benar tetap sasaran.
Tertangkapnya truk bermuatan 50 ton pupuk bersubsidi dari Tayu yang hendak dijual di Desa Maitan Kecamatan Tambakromo, oleh Petugas Polsek Tambkromo, Selasa malam lalu (7/2), merupakan tamparan bagi pihak terkait dalam pengawasan pendistribusian pupuk.

Anggota Komisi B DPRD Pati, Noto Subiyanto mengaku kecewa dengan kinerja Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) di daerah. Dan, pihaknya mengapresiasi aparat kepolisian yang telah bertindak tegas menangkap, oknum masyarakat yang menyalahgunakan pupuk bersubsidi tersebut.
“Memang harusnya ditangkap itu. Karena tidak sesuai dengan tujuannya. Pendistribusiannya tidak sesuai, yang seharusnya jatah untuk Tayu kok mau dijual ke wilayah Tambakromo. Menyalahi aturan,  kurang ajar itu namanya,” tuturnya.
Noto Subiyanto anggota DPRD Pati, Fraksi PDI Perjuangan menilai, kinerja Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) yang dibentuk Pemerintah, selama ini belum maksimal.
“Pengawasan pupuk, enggak ada. Kenyataannya, ada pupuk dijual mahal pun KP3 juga enggak tahu. Yang tahu ya masyarakat sendiri. Kurang maksimal. Bahkan tidak ada gerakan aktif untuk membantu petani dalam pemenuhan pupuk,” tutur Noto Subiyanto.
Noto Subiyanto, Anggota DPRD Pati, yang juga memiliki lahan garapan 7 hektar ini meminta Pemerintah harus berani mengubah sistem pendistribusian pupuk bersubsidi kepada petani. Pendistribusian pupuk bersubsidi, dari produsen langsung ke Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), bukan ke distributor atau agen, yang akan merugikan petani.(•)

Web Resmi Radio PASFM Pati