^ke atas
foto1 foto2 foto3 foto4 foto5

hair saloonUntuk yang mau gabung BB Pasfm, silahkan di PIN BB: 32711E7D

0295 - 385877
pasfmpati@gmail.com

Radio PASFM Pati

Saluran Informasi Warga Pati - Jawa Tengah

Berita BBC
Berita BBC

Jumlah Pengunjung

Hari ini 734

Kemarin 821

Minggu ini 4652

Bulan ini 18856

Total 909798

Terbukti Jadi Calo Transaksi Narkotika, Oknum Polisi Divonis 9 Tahun Penjara

Bagikan
FaceBook  Twitter

pasfmpati.com (Margorejo) - Sidang perkara narkotika dengan terdakwa oknum anggota Polres Pati, berakhir setelah jatuhnya vonis dari Majelis Hakim, Selasa lalu (14/2). Terdakwa dan Jaksa menerima putusan, namun Kuasa Hukum mengaku masih ada ganjalan terkait hukum acaranya yang kurang akurat.
Majelis Hakim menjatuhkan hukuman penjara selama 9 tahun, dan pidana denda Rp. 1 milyar subsider 6 bulan pejara, kepada terdakwa Dadang Iswahyudi, oknum Polisi, dalam perkara narkotika, di Pengadilan Negeri Pati.

“Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 114 ayat 2 UU RI No. 25/2009 tentang narkotia. Dan atas perbuatannya itu, terdakwa harus mendapatkan hukuman setimpal. Dan seluruh barang bukti yang disita untuk dimusnahkan,” demikian ungkap Hakim Ketua Irfanuddin, SH, MH didampingi Hakim Anggota Bertha Arry Wahyuni, SH.MKn, dan Dyah Retno Yuliarti, SH.MH, saat membacakan amar putusan.
Putusan tersebut dengan beberapa pertimbangan yang memberatkan, seperti barang bukti dalam jumlah besar, dan terdakwa sebagai petugas tidak memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Atas putusan Majelis Hakim itu, terdakwa Dadang Iswahyudi maupun Jaksa Agung Wibowo, SH menyatakan menerima.
Usai sidang, Kuasa Hukum terdakwa, Advocad Djunaedi, SH  melalui selulernya mengaku, ada ganjalan dalam penanganan kasus transaksi narkotika tersebut. Ganjalan tersebut bukan karena putusan Majelis Hakim, tapi lebih pada hukum acaranya yang dinilai kurang akurat. Seperti halnya Berita Acara Penyidikan (BAP) di penyidikan banyak terjadi kerancuan.  Sehingga, selaku kuasa hukum, Djunaedi, SH menyatakan masih ada ketidakpuasan dalam proses penanganan perkara tersebut. Meskipun dinyatakan terdakwa dan bersalah, namun dia menyayangkan teknik pemerisaan perkara hukum acara, harusnya dilakukan dengan cara yang benar. Karena menyangkut nasib, jiwa serta hak seseorang.
“Karena segala sesuatu yang berawal dari penyidikan, dakwaan, tuntutan itu berdasar pada imaginer yang tanpa ada relevansi antaa keterangan para pihak, baik dari saksi dan pihak terdakwa tidak sesuai BAP yang disajikan. Bahkan saksi kunci (Yudi) tidak dihadirkan dalam persidangan dan tidak disumpah dalam pemeriksaan BAP. Bahkan dalam sidang pun tidak dibacakan keterangan saksi di persidangan,” kata Advocad Djunaedi, SH. 
Ketidakakuratan hukum acara dalam perkara yang ditanganinya itu, tutur Advocad Djunaedi, SH, kuasa hukum terdakwa Dadang Iswahyudi, suatu bentuk kerancuan dan keamburadulan dalam proses awal penyidikan hingga putusan perkara di persidangan.
Dadang Iswahyudi, tertangkap tangan dalam ssebuah sebuah penggrebegan yang dipimpin Kapolres Pati, AKBP. Ari Wibowo, di rumah kontrakannya di Perum Joyokusumo Pati, pada pertengahan tahun lalu.(•)

Web Resmi Radio PASFM Pati