Juwana– Belasan kapal motor nelayan, yang sedang bersandar di Pulau Seprapat, turut Desa Bendar Kecamatan Juwana terbakar, Sabtu siang (15/7).  Angin yang bertiup kencang, mempercepat kobaran api merembet dari satu kapal ke kapal lainnya, yang diparkir berdekatan, sedang armada pemadam kebakaran tidak bisa menjangkau lokasi kebakaran, karena akses jalan yang sempit. Karena letaknya yang berhimpitan, dan kencangnya tiupan angin, dalam waktu sekitar 1 jam,  15 kapal motor nelayan jenis freezer ludes terbakar. Akses jalan yang sempit dan banyaknya warga yang hendak menontot, mengakibatkan armada pemadam kebakaran kesulitan masuk ke lokasi kebakaran.

Ketua Paguyuban Nelayan Juwana, Jamari Ridwan mengatakan, kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 13.00. Diduga kebakaran tersebut, akibat kelalaian pekerja las yang sedang memperbaiki di salah satu kapal yang terbakar.
“Karena anginnya kencang, sehingga cepat merembet ke kapal yang lain.Tapi ini kapal-kapal yang berdekatan dengan kapal yang terbakar mulai disingkirkan, agar api tidak menjalar. Sudah mulai dijauhkan dari kobaran api. 
Jamari Ridwan menjelaskan, tidak ada korban jiwa dalam kebakaran yang meludeskan 15 kapal motor nelayan tersebut. Sementara tiga  ABK warga Kecamatan Juwana dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit, karena mengalami luka bakar. Yakni, Edi Siswanto (28 tahun)  dan Karbai (45 tahun) Desa Trimulyo mengalami luka parah dan dilarikan ke RSUP Karyadi Semarang, serta Supardi (48 tahun warga Desa Bajomulyo dirawat intensif di RS Budi Agung Juwana. Ditaksir kerugian mencapai Rp.80 milyar lebih.
“Kalau kerugian, karena kapal yang terbakar itu kapal freezew katakanlah 1 kapalnya Rp.6 milyar, dan yang terbakar itu 15 kapal, perkiraan mencapai sekitar RP.80 milyar,”kata Ketua Paguyuban Nelayan Juwana.
Dari belasan kapal motor nelayan yang terbakar itu, satu diantaranya kapal motor Rapindo III milik Wakil Bupati Pati terpilih, Saiful Arifin, yang diusahakan secara patungan dengan nelayan Juwana.(•)