Juwana -  Pemerintah harus mengupayakan adanya akses jalan menuju ke lokasi tambat kapal di Pelabuhan Juwana.  Akibat ketiadaan akses jalan tersebut, menghambat armada pemadam kebakaran, bergerak ke lokasi, untuk memadamkan kobaran api. Saat memantau upaya pendinginan bangkai kapal nelayan  Juwana yang terbakar, Minggu pagi (16/7), Anggota DPR RI, Firman Soebagyo mengaku prihatin dengan kebakaran kapal nelayan, yang terjadi dua kali dalam sebulan terakhir ini.

Selain dipenuhi kapal yang sedang tambat labuh di sepanjang pinggiran sungai dari muara hingga ke pelabuhan,  nelayan juga sering ceroboh saat perbaikan kapal terutama pengelasan, yang tanpa memperhatikan keamanan dan keselamatan. Mereka lebih mengutamakan ekonomis dan efisiensi, dan mengesampingkan prosesur standar operasional.
“Oleh karena itu, saya sudah bicara dengan Kementerian terkait, agar masalah di Juwana bisa menjadi perhatian serius, untuk mengalokasikan anggaran dari APBN. Kita belum tahu berapa besarannya. Tapi nanti kita coba rumuskan. Saya sudah telpon Bu Menteri semalam, telpon Dirjen supaya dirumuskan agar dibantu untuk masalah alokasi anggarannya. Alokasi anggaran ini memang bukan lagi kapasitasnya APBD tapi ini APBN,” katanya.
Bupati Pati, Haryanto menjelaskan, dari total belasan kapal nelayan yang terbakar, memang belum jelas kapal-kapal itu diasuransikan atau tidak. Tapi, upaya Pemerintah Kabupaten melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Tim SAR dan pihak terkait,  memang terkendala dengan akses jalan. Sehingga satu-satunya jalan pemadaman, hanya memisahkan kapal yang terbakar, agar api tidak merembet ke kapal lain.
“Alhamdulillah, yang terbakar hanya 12 kapal yang terbakar. Dan pada perubahan APBD Kabupaten Pati nanti akan mengalokasikan pengadaan kapal pemadam kebakaran. Dalam waktu dekat kita akan anggarkan untuk pengadaan kapal pemadam, karena nilainya hanya sekitar Rp.1 milyar. Kita harapkan nanti ya para pengusaha dapat berswadaya untuk membeli satu lagi, agar bila ada kejadian serupa bisa teratasi,”
Dalam kebakaran kapal nelayan Juwana pada Sabtu siang kemarin (15/7), seorang ABK meninggal dalam perawatan di rumah sakit, dan dua ABK lainnya menjalani perawatan intensif karena mengalami luka bakar serius. Hingga saat ini, tim gabungan masih melakukan pendinginan dibangkai kapal yang terbakar.(•)