Pati – Banyak ragam memperingati dan memaknai peringatan HUT Kemerdekaan RI.  Ada yang menggelar berbagai kegiatan lomba, ada pula yang memperingatinya dengan berbagai sesama anggota koperasi, seperti yang dilakukan KSPPS Fastabiq Khoiro Ummah Pati. KSPPS Fastabiq Khoiro Ummah Pati memanfaatkan peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke-72 dengan berbagi dari anggota di KSPPS Fastabiq Khoiro Ummah Cabang Jekulo Kabupaten Kudus, Rabu (9/8). Yakni dengan memberikan bantuan paket sembako dan bantuan modal usaha Qordhul Hasan.

Margorejo  –  Para pedagang yang menggunakan alat ukur takar, timbang dan pelengkapannya (UTTP),  sesuai regulasi  metrologi legals, wajib menera ulang. Ini untuk menyesuaikan ukuran takaran dan timbangan saat bertransaksi. Alat ukur dan timbangan, seperti timbangan bandul, meter air, meter listrik, termasuk alat ukur BBM di SPBU, setiap tahunnya harus ditera ulang di Badan Metrologi, untuk mendapat keakuratan ukuran yang dipersyaratkan.

Pati -  DPC Organda Kabupaten Pati mendesak pihak-pihak terkait untuk menindak tegas dan memberi sanksi kepada anak SMP yang menggunakan sepeda motor saat bersekolah. Selain belum cukup umur, desakan tersebut disampaikan juga untuk mengurangi korban kecelakaan dari kalangan pelajar. Belakangan ini, anak-anak sekolah terutama dari kalangan pelajar SMP, hilir mudik mengendarai sepeda motor, saat pergi dan pulang sekolah. Terkadang saat menggunakan sepeda motor,  mereka  memanfaatkan kelengahan orang tua, dan kucing-kucingan dengan petugas saat berlalulintas di jalan raya. Kondisi demikian, mengundang reaksi beragam dari masyarakat, salah satunya dari kalangan Organisasi Angkutan Darat (Organda), yang mendesak agar perlu kembali Satlantas bertindak tegas terhadap pelanggaran tersebut.

Pati – Temuan penyebaran dan penularan HIV/AIDS  belakangan ini lebih banyak dari kalangan pekerja wiraswasta, ketimbang  di lokalisasi atau kompleks prostitusi.  Kebanyakan dari mereka dari Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Penyumbang HIV/AIDS dalam beberapa kurun waktu ini, terbanyak dari kalangan wiraswasta seperti TKI, tenaga perantauan maupun pekerja serabutan lainnya. Sedangkan di lokalisasi malah mulai berkurang. Selain sudah banyak yang memeriksakan kesehatan secara mandiri, juga karena meningkatnya kesadaran para lelaki hidung belang memakai kondom saat jajan di lokalisasi.