• text untuk iklan
    judul 1
    Banner untuk iklan 1Read more
  • titel 2
    Banner yang ke 2
  • judul3
    ini adlah tempat iklan 3
  • Judul iklan ke 4
    Gambar mic

Pati –  Pemerintah Kabupaten Pati meluncurkan program atau aplikasi sistem pelayanan terpadu (Simyandu) perijinan. Peluncuran tersebut untuk memudahkan masyarakat dalam memperoleh pelayanan terkait perijinan. Peluncuran aplikasi sistem pelayanan terpadu (Simyadu) tersebut, dengan harapan investor yang sedang mengajukan permohonan usahanya, dapat memantau sampai sejauh mana tahapan pengurusannya. Sehingga pemohon, tidak perlu bolak-balik datang ke  Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu (DPMTSP).

Usai meresmikan peluncuran aplikasi Simyadu, di ruang rapat Pragola Setda Pati, Selasa pagi (1/8), Plt Sekda Pati, Suharyono mengatakan, peluncuran tersebut sebagai upaya Pemerintah mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat di sektor perijinan, berbasis teknologi informatika terbaru.
“Tentunya semakin lama semakin berkembang. Dan kedepan kami akan digunakan juga dengan sistem online. Yang dilayani dengan sistem ini, ada empat. IMF, kemudian TDP,  SIUP dan Ijin Masuk Kota. Ini, jangka pendek, Insya Allah tahun ini dari  42 perijinan itu bisa memakai aplikasi Simyandu semua,” katanya.
Plt Kepala Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu (DPMTSP) Pati, Sudiyono mengatakan, sebagai percepatan target pengoperasian aplikasi ini, pihaknya telah mengirimkan pegawainya untuk mengikuti pelatihan-pelatihan peningkatan kapasitas dan kemampuannya, termasuk dalam penyempurnaan sarana dan prasarananya.
“Tentu saja kita harus mempersiapkan infrastrukturnya maupun SDM-nya. Kalau kita pelaksanaan ini memang tidak banyak, tapi kita dukung mulai perubahan ini kita juga mengajukan. Baik yang menyangkut tempat pelayarannya. Termasuk tempat untuk klinik investasi. Mudah-mudahan 2018 nanti, kami juga mengusulkan untuk menyediakan klinik ini. Termasuk pelatihan-pelatihan tenaga terkait, agar kami bisa melayani semaksimal mungkin dengan aplikasi Simyandu,” ujarnya.
Plt DPMTSP Pati, Sudiyono mengaku, pihaknya juga masih mempertimbangkan  soal pelayanan secara online. Terutama menyangkut tanda tangan,  keamanan dan keabsahannya perijinan yang diterbitkan, apakah secara aplikatif bisa diterima oleh stakeholder. Semisal di dunia perbankan untuk mengajukan kredit, perikatan, kerjasama, yang membutuhkan komitmen dan persiapan pertimbangan yang matang.  Sehingga dalam pelaksanaannya, minimal tidak  ada resistensi yang muncul, seperti yang terjadi di Kota Surakarta.(•)

Joomla templates by a4joomla