Pati, Kota –  Hingga saat ini dari 401 desa dan lima kelurahan di Kabupaten Pati, baru 30 diantaranya yang memiliki kader siaga trantib (KST). Lambannya pembentukan kader siaga trantib (KST) di desa-desa tersebut, karena terhambat dengan keterbatasan anggaran yang dimiliki  Pemkab Pati.
Kader siaga trantib (KST) yang digagas Satpol PP, baru terbentuk di tiga puluh desa yang tersebar di sebelas kecamatan di Kabupaten Pati. Minimnya anggaran, menjadi faktor belum tuntasnya seluruh desa memiliki kader siaga trantib (KST).

Kepala Dinas Satpol PP, Linmas, dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Pati Hadi Santoso menargetkan pada 2022 seluruh desa di Kabupaten Pati sudah memiliki kader siaga trantib (KST). “Dan nanti pada 2019, sudah kami koordinasikan dengan dewan dengan keterbatasan anggaran juga, akan dianggarkan lagi. Dan seluruh desa di Kabupaten Pati, kami targetkan pada 2022 sudah terbentuk semua KST,” ujarnya.
Hadi Santoso menambahkan, pembentukan kader siaga trantib (KST) secara bertahap tersebut di seluruh desa di Kabupaten Pati, karena berdasar hasil evaluasi terbentuknya KST di lima belas desa percontohan dinilai efektif membantu  dalam deteksi dan cegah dini, serta lapor cepat kepada instansi-instansi pengampu ketentraman dan ketertiban.  “Meski 2016 sudah terbentuk KST, setelah dievaluasi ternyata pembentukan KST ini cukup efektif, kemudian di 2018 adakan lagi,” jelasnya.
Hingga sekarang sudah ada 270 kader siaga trantib (KST) yang tersebar di tiga puluh desa di Kabupaten Pati. Mereka diharapkan dalam menjaga ketertiban umum dan ketentraman masyarakat di desanya masing-masing lebih mengutamakan kearifan lokal, dan tidak harus membawa permasalahan itu ke penegakan hukum.(•)

0
0
0
s2smodern
Joomla templates by a4joomla