Pati -  Taxi online segera beroperasi di wilayah Kabupaten Pati. Rumah Sakit dan Hotel akan menjadi pangkalannya.  Seiring beroperasinya taxi online, Pemkab Pati mulai membuat aturan. Minimal pengaturan trayek atau jalur-jalur yang diijinkan. Tranportasi ini, harus menghindari terminal, halte dan maupun dipinggir jalan raya sebagai tempat mangkal.

Kepala Seksi Perhubungan Dinas Perhubungan Pati, Heru Suyanta menuturkan, dinasnya telah mengijinkan operasional tranportasi taxi online dibawah PT. Cokro Bayu Utama yang mengoperasionalkan 8 armada, untuk pelayanan penghantaran di seluruh wilayah Kabupaten Pati.
“Akan tetapi PT tersebut, masih ada persyaratan yang harus dilengkapi yaitu Copy izin usaha, STNK Buku uji, serta foto kendaraan yang akan digunakan untuk trayek nantinya,”ungkap Heru saat di temui dikantornya Kamis (10/8)  kemarin.
Heru Suyanta menambahkan, Pemerintah Provinsi memberikan batasan waktu enam bulan, jika belum dilengkapi tidak boleh melakukan oprasional. Jenis kendaraan yang diajukan pemohon merk avanza dan xenia  pembuatan 2017. Untuk ketentuan warna, investor angkutan taxi ini  belum menentukan.  Karena wilayah kewenangannya di Pemprov Jawa Tengah.
Sekarang pengusaha luar Pati, masih bisa beroperasi di wilayah Pati, lantaran izin oprasionalnya se Jawa Tengah. Tapi kuota di wilayah Pati hanya 100 unit armada.  
“Untuk tarif pagu resminya belum di tetapkan. Namun, dalam rapat koordinasi batas atas kisaran Rp 16.000 perkilometernya. Rencananya masih dikoordinasikan dengan pengusaha taxi online, karena pertimbangan untung dan rugi,”paparnya.
Karena memiliki pangsa pasar khusus, tutur Kepala Seksi Perhubungan Dinas Perhubungan Pati, Heru Suyanta, pangkalan taxi online ini hanya diarea rumah sakit dan perhotelan.  Sedang tarif Pemprov Jawa Tengah yang menentukan.(•)

0
0
0
s2smodern
Joomla templates by a4joomla