• text untuk iklan
    judul 1
    Banner untuk iklan 1Read more
  • titel 2
    Banner yang ke 2
  • judul3
    ini adlah tempat iklan 3
  • Judul iklan ke 4
    Gambar mic

pasfmpati.com (Pati) – Kantor Imigrasi Kelas II Pati terus melakukan pengawasan terhadap masyarakat yang hendak bekerja ke luar negeri sebagai TKI. Ini sebagai langkah pencegahan TKI non prosedural / illegal, yang hendak  bekerja ke manca negara.
Banyaknya TKI bermasalah, mulai saat berada di penampungan hingga ke tempat kerjanya di luar negeri, akibat keberangkatannya non prosedural / illegal.  Dari data di Kantor Imigrasi Kelas II Pati, sejak 2014 hingga 2017 ini, telah berhasil menggagalkan pemberangkatan TKI non prosedural / illegal ke luar negeri.

Pada dialog di radio PAS Pati, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Pati, Edi Ekoputranto, melalui Kasi Informasi dan Komunikasi, Andriansyah mengatakan, pencegahan TKI non prosedural / illegal ke luar negeri itu sebagai upaya Pemerintah melindungi warga negaranya ketika bekerja baik dalam maupun di luar negeri, khususnya TKI.
“Sudah ada beberapa hal yang dilakukan pemerintah dalam hal mencegah TKI  non prosedural tersebut. Salah satunya, pembentukan Satgas yang terdiri dari Disnakertrans, Dinas Sosial, Imigrasi, Dinas Kesehatan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Perhubungan, TNI, Kepolisian, dan BPTKI. Upaya lainnya memperkuat sinergitas kementerian atau antar lembaga terkait dengan isu tersebut. Kemudian pemberian saksi kepada para pihak yang terlibat dalam proses pemberangkatan TKI non prosedural / illegal ke luar negeri,” jelasnya.
Hasil dari Satgas ini pada tahun lalu, kata Kasi Informasi dan Komunikasi Kantor Imigrasi Kelas II Pati, ada sekitar 1.584 TKI yang berhasil dicegah berangkat ke luar negeri.  Kesemuanya terindikasi TKI non prosedural / illegal, baik yang dilakukan di Bandara, maupun ketika TKI bersangkutan sedang mengajukan paspor saat menjalani wawancara.
“Memang banyak hal yang kita upaya untuk mencegah TKI illegal ini berangkat ke luar negeri. Karena memang  TKI illegal itu berangkat tanpa aturan, sehingga perlindungan terhadap mereka sangat kurang. Jadi tidak ada jaminan perlindungannya, dari tindakan tidak manusiawi, sejak dari penampungan hingga ke luar negeri. Jadi sangat banyak kerugiannya,” terangnya.
Kasi Informasi dan Komunikasi Kantor Imigrasi Kelas II Pati, Andriansyah mengatakan, faktor penyebab terjadinya TKI non prosedural yang berangkat ke luar negeri itu diantaranya, kurangnya pemahaman masyarakat terhadap prosedur penempatan dan perlindungan TKI di luar negeri. Kemudian, terbatasnya akses pasar kerja dalam dan luar negeri, praktik percaloan serta praktik tradisional menggunakan jalan pintas untuk cepat berangkat ke negara tujuan kerja.(•)

Joomla templates by a4joomla