• text untuk iklan
    judul 1
    Banner untuk iklan 1Read more
  • titel 2
    Banner yang ke 2
  • judul3
    ini adlah tempat iklan 3
  • Judul iklan ke 4
    Gambar mic

Pati  –  Trend pencapaian kinerja program JKN-KIS untuk BPJS Kesehatan Cabang Pati, yang mencakup Kabupaten Pati, Kabupaten Rembang, dan Kabupaten Blora, terus meningkat. Peserta BPJS Kesehatan hingga semester I 2017 ini, hampir mencapai 2juta jiwa. Hingga akhir Juni 2017, peserta BPJS Kesehatan Cabang Pati mencapai 1.806.792 jiwa, yang tersebar di tiga kabupaten. Jumlah tersebut termasuk peserta yang didaftar dan diintegrasikan dengan program JKN-KIS, seperti Jamkesda.

Pada Publik Expose  Capaian Program JKN-KIS dan Dampak Terhadap Perekonomian Indonesia, di Hotel New Merdeka, Selasa pagi (22/8), Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pati, dr. Rahmad Widodo mengatakan, dalam tiga setengah tahun implementasi program JKN-KIS untuk BPJS Kesehatan, berdasarkan penelitian Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, telah berdampak terhadap pelayanan kesehatan, maupun perekonomian.
“Jadi tenaga kesehatan rumah sakit, tenaga apotik, mungkin juga orang-orang jualan di dekat apotik, dekat laboratorium kesehatan, klinik atau di dekat rumah sakit. Rumah sakit itu mengklaim pembiayaan dan pelayanan kesehatan ke kami (BPJS Kesehatan). Kami kan membayar ke rumah sakit untuk pelayanan, untuk dokter, para medis, cleaning service. Dan cleaning service itu beli makan di warung-warung itu, terus keluarga pasien yang menunggui di rumah sakit mereka juga beli makan, atau beli kebutuhan lain seperti sabun, handuk dan sebagainya di warung-warung sekitar rumah sakit. Jadi ada dampak ekonomi di situ. Efek dominonya itu begitu,” ujarnya.
Dengan adanya dampak itu, BPJS Kesehatan Cabang Pati optimis mampu mencapai target terwujudnya  cakupan semesta (Universal Health Coverage) pada 2019.  Karena secara kelembagaan, kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pati dr. Rahmad Widodo, pihaknya telah berkoordinasi untuk menambah peserta. Yakni dengan memperbanyak kanal-kanal pendaftaran,  hingga ke Kader JKN di tingkat kecamatan untuk jemput bola, kepada masyarakat yang belum menjadi peserta JKN-KIS.
“Artinya yang sekarang belum, itu kan masih ada seperti pasar, pedagang asongan, pedagang baso, dan pedagang sate. Untuk perusahaan sudah semua, meski belum semua karyawannya didaftarkan menjadi peserta BPJS Kesehatan. Untuk masyarakat desa, pihaknya sudah melakukan sosialisasi ke tingkat kecamatan calon peserta dilayani dengan dropbox,” terangnya.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pati, dr Rahmad Widodo mengatakan, hingga semester tahun pertama 2017 ini, pihaknya telah membayarkan klaim pelayaan ke rumah-rumah sakit swasta maupun negeri yang menjadi mitra kerjanya, senilai Rp. 75,1 milyar untuk rawat jalan tingkat I, dan Rp. 217,54 milyar untuk rawat tingkat lanjut.  Sebelumnya pada 2015 BPJS Kesehatan Cabang Pati juga telah membayarkan klaim  pelayanan kesehatan rawat jalan tingkat I   senilai Rp. 130,7 milyar, dan rawat tingkat lanjut Rp. 255,65 milyar. Kemudian 2016 rawat jalan tingkat I Rp. 147,87 milyar, dan rawat tingkat lanjut mencapai Rp. 328,8 milyar.(•)

Joomla templates by a4joomla