• text untuk iklan
    judul 1
    Banner untuk iklan 1Read more
  • titel 2
    Banner yang ke 2
  • judul3
    ini adlah tempat iklan 3
  • Judul iklan ke 4
    Gambar mic

Pati – Kelangkaan LPG 3 Kg atau LPG melon, yang terjadi belakangan ini, disinyalir  akibat ulah oknum agen. Dampaknya, harga LPG  di tingkat pengecer semakin mahal.   Akibat ulah oknum agen, LPG 3 Kg atau yang lebih kita kenal dengan LPG melon dalam beberapa pekan terakhir ini, langka dan harganya diatas ketentuan harga eceran tertinggi (HE).

Dimintai tanggapannya soal kelangkaan dan mahalnya harga LPG melon, Bupati Pati, Haryanto langsung memerintahkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pati, untuk mencari penyebab kelangkaan yang berdampak mahalnya harga LPG melon.
“Saya sudah perintahkan kepada dinas perindag itu untuk memanggil agen-agen itu. Karena ada satu atau dua agen, pangkalan atau pengecer yang nakal. Jadi menambah harga dari ketentuan harga eceran tertinggi (HET).  Jadi memanfaatkan gas melon yang sulit itu, dan dia menjualnya dengan harga mahal,” kata Bupati Haryanto.
Bupati Haryanto menambabhkan, semestinya LPG melon untuk membantu kesulitan masyarakat kurang mampu. Meski lambat laun kuantitasnya, secara berangsur dikurangi.  Sehingga subsidi Pemerintah tepat sasaran bagi masyarakat kurang mampu.
“Gas melon 3 kg itu kita tidak bisa menghitung, kadang-kadang satu atau dua orang yang mengampu beli itu juga. Maka dari itu, sekarang ada gas 5 kiloan yang diperuntukkan pada para pegawai. Lama-kelamaan gas melon itu tidak ada kali karena subsidi dikurangi terus.
Dari pantauan dan informasi dari masyarakat, harga LPG melon di beberapa tempat sudah diatas HET yang ditentukan Pemerintah Kabupaten Pati.(•)

Joomla templates by a4joomla