Tim Yustisi Tutup Tempat Hiduran dan Cafe, Karena Nekat Langar Ketentuan Inpres dan Perbup Pati soal Prokes Pencehan Covid-19

101fm, Pati Kota – Tim yustisi penegakan Inpres Nomor 6 tahun 2020 dan Perbup Pati Nomor 66 tahun 2020 terkait pencegahan dan penularan corona di Pati, mulai bertindak tegas. Tim yustisi yang merupakan gabungan TNI/Polri, serta Satpol PP dan BPBD Kabupaten Pati langsung menyanksi setiap terjadinya pelanggaran ketentuan tersebut.
Ketidakdisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan bagi dirinya, berdampak Kabupaten Pati masuk kategori zona berisiko tinggi penularan corona. Untuk itu, pemerintah mulai bertindak tegas terhadap setiap warga yang melanggar ketentuan Inpres dan Perbup Pati itu.

Kamis malam (17/9/) yang merupakan hari ketiga itu, tim yustisi yang beranggotakan gabungan Pemkab, Polres dan Kodim 0718/Pati melakukan penegakan kedua aturan itu, lokasi tempat hiburan dan warung di Kecamatan Margorejo dan Kecamatan Pati. “Hasil kegiatan tempat hiburan masih beroprasional di komplek Lorok Indah, Kampung Baru dan Cafe Karaoke 99,” demikian Kabag Perencanaan Polres Pati Kompol Budi Suryanto.
Selain itu, tim yustisi juga mendapati Warung Kerang, dan Warung Makan Sumber Urip serta cafe kopi di sekitar Masjid Desa Blaru yang melanggar jam malam. Dan mendapati lima belas pelanggar tidak menggunakan masker, serta lima belas kali membubarkan kerumunan masa untuk jaga jarak. “Tim yustisi saat berlangsung operasi hanya memberikan sembilan belas sanksi teguran, 7 sanksi push up, tiga sanksi penutupan tempat hiburan dan tiga sanksi penutupan warung makan dan cafe. Sedang untuk sanksi denda, kerja sosial, dan sanksi administrasi tidak ada,” jelasnya.
Tim yustisi operasi penegakan Inpres Nomor 6 tahun 2020 dan Perbup Pati Nomor 66 tahun 2020 malam itu melibatkan, sepuluh personil Polres Pati, delapan personil Satpol PP, enam personil Kodim 0718/Pati dan dua personil BPBD Kabupaten Pati.(pas-gus)

0
0
0
s2smodern
Joomla templates by a4joomla