Cetak
Dilihat: 41

101fm, Pati Wedarijalsa – Seorang kakek dengan riwayat penyakit asam urat menahun, diare akut dan infeksi ginjal, sempat dinyatakan terkonfirmasi covid-19 dan harus menjalani perawatan di ruang isolasi di salah satu rumah sakit di Pati. Selama perawatan intensif di rumah sakit dengan asupan obat-obatan dan gizi yang seimbang, pasien berusia lanjut ini ternyata dapat sembuh dari paparan virus corona. Namun di balik itu, kesabaran lah yang menjadi daya tahan tubuh untuk mematikan covid-19 yang menginfeksi tubuhnya.

Seorang kakek yang berhasil sembuh dari paparan virus corona di tubuhnya itu, bernama Sukarso, warga Desa Panggungroyom Kecamatan Wedarijaksa. Meski dengan beberapa riwayat penyakit yang dideritanya, kakes berusia 74 tahun ini berhasil bangkit dari Covid - 19.
Tohari, anak Sukarso bercerita ayahnya mengalami demam disertai diare, dan asam urat, dan sempat memperburuk kondisi tubuhnya, pada 17 Agustus 2020 lalu sehingga harus dibawa ke RSU Fastabiq Sehat. Usai menjalani SWAB yang menunjukkan positif covid-19, Sukarso kemudian dirawat di ruang isolasi, pada 19 Agustus 2020.
"Hari Senin 17 Agustus, jam 7 pagi bapak masuk IGD. Ketika dilakukan rapid tes, hasilnya menunjukan bahwa bapak reaktif. Setelah itu diambil langkah rountgen paru - paru dan hasilnya menunjuk ke Covid - 19", ungkapnya saat dikonfirmasi, Kamis (15/10/2020).
Tohari pun sempat kaget ayahnya dinyatakan positif Covid - 19. Dia menduga, ayahnya terpapar saat antri untuk periksa kesehatannya ke dokter. Dan kenyataan terpapar tersebut, berdasarkan hasil rapit test, SWAB, dan foto rontgen. Selama perawatan di ruang isolasi covid-19 itu, Kakek Sukarso hanya berkomunikasi dengan keluarga dirumah melalui telepon genggam pintar.
"Setelah mengetahui bapak positif, seluruh keluarga melakukan isolasi mandiri di rumah tidak berinteraktif dengan masyarakat untuk sementara waktu, dan untuk kebutuhan dan keperluan makan minum lebih banyak dilakukan dengan pesan daring. Sedang Bapak yang dalam perawatan selalu berpikir positif. Kita selalu telpon dan kita semangati terus, apa yang dibutuhkan selama perawatan di ruang isolasi kita kirim,” ujarnya.
Dalam perjalanan waktu, kondisinya yang semakin membaik selama dua belas hari perawatan, dengan SWAB tiga kali hasilnya negatif covid19, akhirnya dokter menyatakan Kakek Sukarso sembuh dan dibolehkan pulang.
Tohari berharap, apa yang telah dialami ayahnya dapat membangkitkan semangat, bahwa meski berusia tua dengan penyakit bawaan dapat sembuh dari Covid - 19. Dan yang terpenting selalu bersabar dan berpikiran positif.(pas-gus)

0
0
0
s2smodern
powered by social2s