• text untuk iklan
    judul 1
    Banner untuk iklan 1Read more
  • titel 2
    Banner yang ke 2
  • judul3
    ini adlah tempat iklan 3
  • Judul iklan ke 4
    Gambar mic

Juwana – Nelayan Juwana melarung jolen atau sesaji ke laut, di muara sungai Silugonggo, Minggu pagi (2/7). Pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Pati, turut menghadiri dan menyaksikan ritual tradisi larung sesaji nelayan sebagai ungkapan rasa syukurnya kepada Yang Maha Kuasa.

Ritual sedekah laut dilaksanakan oleh kelompok Nelayan Desa Bajomulyo Kec.Juwana. Acara awali dari Balai Desa Bajomulyo, dilanjutkan pawai nelayan, jalan kaki sambil mengarak Jolen (Sesaji) menuju Tambatan TPI Bajomulyo untuk selanjutnya Jolen dibawa pakai Perahu dan dilarung ke Laut.
"Ritual tradisi larung sesaji diadakan 5 desa setiap tahun di pantai TPI Bajomulyo Kecamatan Juwana. Ritual Larung Sesaji diadakan sebagai wujud ungkapan rasa syukur dan do’a pada Allah SWT yang telah memberikan hasil laut dan keselamatan pada para nelayan,” demikian ungkap Camat Juwana, Teguh Widiatmoko saat menyampaikan sambutannya.
Bupati Pati H. Haryanto, MM,M.Si berharap, agar nelayan meningkatkan keamanan untuk menghindari kemungkinan terburuk tidak terjadi. Seperti kebakaraan kapal yang terjadi beberapa pekan lalu. Karena kebakaran kapal di Juwana sudah terjadi dua kali dalam dua tahun terakhir ini, akibat keteledoran pemilik kapal.
"Infrastruktur yang ada di TPI Bajomulyo, diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. Khususnya warga sekitarnya. Saya berharap sarana pendukung ini dapat meningkatkan hasil produksi serta semangat bekerja para nelayan. Sampai sekarang tradisi ini tetap eksis di tengah budaya modern yang semakin menghimpit. Semoga saja kita dapat melestarikan budaya ini agar menjadi kebanggaan tersendiri untuk bangsa kita". ujarnya.
Sementara itu, Komandan Kodim 0781/Pati, Letkol. Inf. Andri Amijaya Kusuma mengingatkan para nelayan menjaga keamanan, dan selalu berkoordinasi dengan apara keamanan. Terutama, hal-hal yang berkaitan dengan ancaman keamanan negara.
“Nelayan harus berani melaporkan segera, bila memang ada hal-hal yang mencurigakan dan mengancam keamanan negara. Termasuk pencurian ikan oleh nelayan asing, agar segera dikoordinasikan dengan aparat keamanan laut,” pintanya.
Ritual tradisi larung jolen (sesaji) ke laut yang diadakan rutin setiap tahun itu, masih mengundang ketertarikan masyarakat di sepanjang aliran sungai Silugonggo. Bahkan mereka antusias mengarak jolen (sesaji) berisi tumpeng, dan dua ekor kepala kambing keliling dari desa ke TPI Bajomulyo, untu dilarung ke laut.(•)

Joomla templates by a4joomla