• text untuk iklan
    judul 1
    Banner untuk iklan 1Read more
  • titel 2
    Banner yang ke 2
  • judul3
    ini adlah tempat iklan 3
  • Judul iklan ke 4
    Gambar mic

Pati,  Kota – Penggungaan dana desa harus lebih memprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur berdasarkan skala prioritas. Semisal untuk peningkatan jalan desa, untuk akses tranportasi hasil pertanian.  
Pemerintah Desa di Kabupaten Pati harus mampu mengelola penggunaan dana desa yang diterimanya, sesuai kebutuhan yang mendesak. Bukan sekedar membangun talut, tapi juga harus mampu membangun akses jalan di desa.

"Jadi kita harus skala prioritas, bukan berarti talut tidak boleh. Akan tetapi prioritaskan untuk infrastruktur jalan. Betonisasi atau pengaspalan, atau pemberdayaan, tetapi manakala ada program talun yang mendesak, diperbolehkan. Hanya kalau semua dipakai untuk pembangunan talut ya sudah barang tentu kami tidak menyetujui,” demikian Bupati Haryanto saat diwawancara radio PAS usai menyerahkan rekomendasi pencairan dana desa kepada 170 desa, di ruang rapat Gedung Baru Setda Pati, Jumat pagi (13/10).
Bupati Haryanto berharap para Kades di wilayahnya agar membagi porsi penggunaan dana desa untuk pembangunan infrastruktur. Semisal 30% untuk pembuatan talut, dan 70% untuk pembuatan jalan desa.
Kepala Dinas Pemberdayaan  Masyarakat dan Desa (Dispermades), Mukhtar mengatakan,  dari sekitar 200an dokumen administrasi dan pertanggungjawaban untuk persyaratan pencairan dana desa tahap II, 170 diantaranya yang sudah selesai diverifikasi.
“Dan desa sekarang ini lebih fokus pada penyelesaian proyek lebih dulu, sehingga administrasi dan pertanggungjawabannya beberapa desa yang belum sampai ke kami. Tapi prinsip, Kabupaten Pati jika dikomparasikan dengan daerah lain, kami selalu yang dipioneer. Kabupaten Pati, pada 20 September kemarin dana desa sudah berada di rekening daerah, kemudian 28 sudah berada di rekening desa, dan 13 Oktober 2017 sudah berada di rekening 170 desa yang ditataran nasional kita ini prestasi,” katanya.
Kepala Dispermades Kabupaten Pati, Mukhtar  berharap,  pada Oktober 2017 ini, dana desa (DD) bisa tersalurkan 100% ke Pemerintah Desa. Karena Pemerintah Pusat  baru mentransfer dana itu ke rekening Pemkab Pati, pada September, sehingga transfer ke rekening masing-masing Pemerintah Desa mundur dari jadual yang direncanakan.(•)

Joomla templates by a4joomla