Cetak
Dilihat: 202

Pati, Gunungwungkal – Seorang penambang pasir tewas tertimbun longsoran tebing. Kejadian naas itu, saat korban hendak kembali menambang pasir setelah hujan reda.
Penambang pasir yang meninggal dunia akibat tertimbun tebing yang longsor itu, bernama Ngasini, 60 tahun warga Dusun Klumpit RT. 01/RW.04 Desa Gunungwungkal Kecamatan Gunungwungkal.

Menurut Camat Gunungwungkal, Sukardi, peristiwa yang menerenggut korban jiwa itu terjadi Senin siang kemarin (13/11) sekitar pukul 13.30.
“Lokasi kejadian di sungai. Saat itu korban Ngasini beserta dua orang temannya sedang menambang pasir. Karena hujan ketiganya berteduh di bawah tebing di dekat sungai. Setelah hujan reda, korban bersama kedua temannya hendak kembali menambang, tapi belum sampai ke sungai tanah di atas tebing longsong dan menimpa korban dan meninggal dunia. Sedang dua teman korban selamat,” kata Camat Sukardi.
Setelah berhasil dievakuasi ke Puskesmas Gunungwungkal,  kata Camat Sukardi, dari hasil pemeriksaan tim medis disaksikan pejabat Forkompincam setempat menyimpulkan, korban Ngasini meninggal dunia murni akibat kecelakaan kerja saat tanah longsor. Serta tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan.
Hal senada juga disampaikan Kepala BPBD Kabupaten Pati, Sanusi Siswoyo. Menurutnya, pada saat peralihan musim seperti sekarang ini, masyarakat hendaknya berhati-hati. Terutama bagi warga yang bermata pencaharian menambang pasir. Karena sewaktu-waktu, bisa saja terjadi banjir di sungai, atau longsor di tebing karena pengikisan struktur tanah dibawahnya.
“Kejadian ini, terjadi pada saat masuk musim penghujan. Dimana  kemarin kejadian di Desa/Kecamatan Gunungwungkal, setelah turun hujan deras terjadi tanah tebing di pinggir sungai, yang mengakibatkan seorang penambang tertimbun dan meninggal dunia,” kata Sanusi Siswoyo.
Tanah tebing yang longsor itu dengan ketinggian 7 meter dengan lebar 4 meter, di  pinggiran Sungai Tuloso. Rencananya, kata Kepala BPBD Sanusi Siswoyo, pihaknya bersama PMI  dan Dinas Sosial Kabupaten Pati akan memberikan bantuan sebagai bentuk kepedulian kepada keluarga korban.(•)