• text untuk iklan
    judul 1
    Banner untuk iklan 1Read more
  • titel 2
    Banner yang ke 2
  • judul3
    ini adlah tempat iklan 3
  • Judul iklan ke 4
    Gambar mic

Pati, Tlogowungu – Anda pernah mengonsumsi makanan atau minum berbahan dari daun kelor?. Padahal tanaman berdaun bulat telor dengan ukuran kecil-kecil bersusun majemuk dalam satu tangkai ini, pada jaman dulu  pernah menjadi primadona untuk santapan sayur di rumah.  Kini masyarakat mulai banyak yang kembali memanfaatkan daun kelor. Seperti halnya Kelompok-kelompok Wanita Tani (KWT) binaan Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kabupaten Pati, yang telah memanfaatkan daun kelor untuk bahan campuran makanan maupun minuman olahan nabati.

Daun kelor ternyata memiliki manfaat khusus untuk menjaga kesehatan tubuh, maupun untuk penyembuhan berbagai jenis penyakit, seperti penyakit demam. Bahkan WHO pun menyatakan tanaman kelor sebagai tanaman ajaib karena banyaknya kemanfaatan. Selain itu, daun kelor biasanya digunakan untuk bahan sayuran.  
Tapi dengan pembinaan dan pelatihan Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kabupaten Pati, daun kelor bisa diolah menjadi bahan makanan seperti mie daun kelor, atau minuman teh daun kelor.
Adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) Sari Gunung Desa Gunungsari Kecamatan Tlogowungu, salah satu KWT yang kini sudah memanfaatkan dan mengolah daun kelor menjadi minuman teh yang menyehatkan. Bahkan kini sudah ada yang dikemas layaknya teh celup seperti banyak dijumpai dipasaran umum.
“Sangat bagus sekali, rata-rata orang sudah tahu kelor itu banyak sekali khasiatnya. Meski masyarakat untuk mengetahui manfaat daun kelor bisa browsing di internet. Hanya saja, masyarakat yang memproduksi daun kelor untuk teh dengan kemasan dan celup masih sedikit. Hanya kalau yang dengan wuwur (tebar) masih banyak dijumpai,” katanya.
Sedang Kelompok Wanita Tani (KWT) Karya Mulya Desa Kedung Bulus Kecamatan Gembong, lebih banyak memanfaatkan untuk bahan dasar makanan olahan. Seperti cendhol kelor, dodol kelor, mei daun kelor, coklat kelor, termasuk bakso dan naget berbahan daun kelor.
“Karena memang kita ingin memaksimalkan pemanfaatan daun kelor. Mulai penanaman, dikonsumsi dalam kondisi segar maupun pengolahan menjadi makanan dan minuman kelor,”
Sebelumnya Kelompok kelompok Wanita Tani  berinovasi,  Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kabupaten membina, melatih dan mengarahkan mereka, untuk memaksimalkan pemanfaatan sumber daya pangan, sebagai upaya ketahanan pangan di Kabupaten Pati. Seperti diungkapkan Sekretaris Disketapang Kabupaten Pati, Pujo Setyanto.
“Karena, belum seluruh tanaman yang ada, mampu dimanfaatkan secara maksimal. Sehingga kami terus mendorong kelompok-kelompok masyarakat produktif, seperti KWT, untuk berinovasi dalam pengolahan pangan dengan memanfaatkan tanaman di pekarangan,” katanya.
Selain daun kelor, banyak tanaman yang selama ini terabaikan, dapat dimanfaatkan secara maksimal. Seperti daun keniker, daun jati muda juga bisa diolah menjadi makanan ringan. Atau buah okra, selain dapat diolah menjadi krupuk, dan kopi biji okra.(•)

Joomla templates by a4joomla