• text untuk iklan
    judul 1
    Banner untuk iklan 1Read more
  • titel 2
    Banner yang ke 2
  • judul3
    ini adlah tempat iklan 3
  • Judul iklan ke 4
    Gambar mic

Pati, Margorejo –  Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pati menjatuhkan hukuman berat terhadap terdakwa penganiayaan berujung maut di Sukolilo, pertengahan 2017 lalu. Majelis Hakim menjatuhkan putusan tersebut, pada sidang Kamis siang (7/12).
Dalam putusan tersebut Majelis Hakim yang dipimpin Hakim Ketua Tri Asnuri Herkuntanto SH MH, didampingi Hakim Anggota Niken Rochayati SH MH dan Bertha Arry Wahyuni SH MKn, menjatuhkan hukuman berat terhadap dua pemuda warga Desa Wegil Kecamatan Sukolilo yang menjadi terdakwa penganiayaan berat.

Dalam amar putusannya, Majelis Hakim menyatakan kedua terdakwa, secara sah dan terbukti telah melakukan tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia. Atau sesuai dengan dakwaan I Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hj Doyo Ediati SH,  pasal pasal 170 ayat (2) ke-3 KUH Pidana. “Atas perbuatannya itu, dan berdasarkan keterangan saksi-saksi  maupun  barang bukti yang dihadirkan dipersidangan, Majelis Hakim menjatuhkan hukuman  terhadap terdakwa I Andre Yoga Sanjaya selama 9 tahun penjara dikurangi masa tahanan. Dan menjatuhkan hukuman terhadap Mugiyono dengan 8 tahun penjara potong masa tahanan,”  demikian kata Hakim Ketua Tri Asnuri Herkuntanto SH MH, saat membacakan amar putusannya.
Atas putusan itu, terdakwa Andre Yoga Sanjaya dan terdakwa Mugiyono melalui Joko Sukendro SH anggota tim kuasa hukum yang mendampinginya selama persidangan, menyatakan piker-pikir selama sepekan.
“Dari pihak keluarga maupun terdakwa sendiri menyatakan pikir-pikir. Maksudnya pikir-pikir itu, para terdakwa  dan Jaksa Penuntut Umum diberi kesempatan waktu 7 hari untuk menentukan langkah hukum selanjutnya. Apakah menerima putusan atau melakukan upaya hukum banding,” tuturnya.
JPU Hj Doyo Ediati SH juga mengambil sikap yang sama dengan sikap kedua terdakwa dan kuasa hukumnya yang menyatakan pikir-pikir.
“Dalam hal ini, saya tidak bisa memberikan pendapat. Karena putusan hukuman yang dijatuhkan tersebut menjadi penuh Hakim yang menyidangkan perkara tersebut,” katanya.
 “Tegangan listrik yang mengalir di kawat jaringan PLN itu, bertegangan 2000 KV,” tuturnya.
Penganiayaan berat yang melibatkan pemuda Desa Wegil Kecamatan Sukoilo, Andre Yoga Sanjaya dan Mugiyono itu, terjadi di pertigaan jalan Sukolilo - Kudus turut Desa Prawoto Kecamatan Sukolilo, Senin (26/6) lalu. Dari kejadian itu, mengakibatkan  Muhammad Riyadi, pemuda warga Dukuh Karangtandan Desa Prawoto Kecamatan Sukolilo meninggal dunia.(•)

Joomla templates by a4joomla