• text untuk iklan
    judul 1
    Banner untuk iklan 1Read more
  • titel 2
    Banner yang ke 2
  • judul3
    ini adlah tempat iklan 3
  • Judul iklan ke 4
    Gambar mic

Pati, Kota – Dalam beberapa hari ini, media masa nasional lebih sering menyebar-luaskan pemberitaan seputar penyakit difteri. Meski sedang mewabah di Provinsi DKI, Banten, dan Jawa Barat,  warga Kabupaten Pati dihimbau untuk waspada terhadap penyakit difteri ini.  
Seorang pasien di salah satu rumah sakit di Pati, harus dirujuk ke RSUP Karyadi Semarang, karena diduga terserang penyakit difteri. Saat ini, pasien bersangkutan telah mendapatkan tindakan penanganan awal yang memadai, dan terapi yang mengarah pada kasus penyakit yang ada sekarang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati melalui Kabid Pemberantasan Penyakit Menular (PPM) dr Joko Leksono mengatakan, tidak menutup kemungkinan hasil pemeriksaan laboratorium yang mendukung, untuk terus dikulturkan dokter spesialis, dan pasien sudah diberi pengobatan.
“Dan sudah diambil hasil pemeriksaan yang ada ditenggorokan dengan gambaran pseudo membran, yang mana hasilny ini perlu kultur ke rumah sakit Semarang, dan menunggu hasilnya dia positif difteri atau tidak,” kata Kabid P2M  Dinkes Pati.
dr Joko Leksono menjelaskan, pemantauan kasus penyakit difteri tidak bisa dengan pemeriksaan fisik saja. Tapi diperlukan pemeriksaan 2 hingga 3 hari, untuk bisa memastikan ada tidaknya bakteri difteri di dalam tubuh seorang pasien.
“Hingga saat ini di Pati belum ada yang dinyatakan positif difteri, dari hasil pemeriksaan kultur. Sehingga masyarakat Kabupaten Pati perlu waspada. Dan tidak perlu kawatir, karena Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, selalu berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi untuk memantau kasus difteri ini,” jelasnya.
Penyakit difteri yang dengan gejala awal ditandai dengan panas badan, nyeri telan, pusing kepala hebat, rasa kaku di tenggorokan, dan kesulitan makan itu, dapat diantisipasi dengan pola hidup sehat yang baik, sehingga akan sembuh dengan sendirinya.(●)

Joomla templates by a4joomla