• text untuk iklan
    judul 1
    Banner untuk iklan 1Read more
  • titel 2
    Banner yang ke 2
  • judul3
    ini adlah tempat iklan 3
  • Judul iklan ke 4
    Gambar mic

Pati – Pada pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) di Kabupaten Pati, banyak disinyalir yang menyalahgunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Namun, setelah pihak sekolah melakukan verfikasi lapangan mendapati beberapa orang tua calon peserta didik menyalahgunakan SKTM, untuk mendapatkan keringanan biaya pendidikan.

Penyertaan surat keterangan tidak mampu (SKTM) dari Pemerintah Desa oleh orang tua calon peserta didik, menjadi sorotan masyarakat. Karena, sebagian diantaranya ada yang menyalahgunakan surat keterangan tersebut, hanya untuk mendapatkan keringanan biaya pendidikan.
Bupati Pati, Haryanto saat diwawancara radio PAS, Rabu pagi (12/7) mengakui, memang ada sebagian masyarakat yang ketahuan melampirkan SKTM sebagai syarat penerimaan peserta didik baru di sekolah-sekolah yang diinginkan.
“Untuk adanya dugaan SKTM, sebagian ada yang dicabut, ada yang kalau terus harus bertanggungjawab atas pernyataan itu. Kalau hal itu ditindaklanjuti dengan pidana, tanggungjawab mereka bukan sekolah. Tapi ada beberapa yang dicabut dan mengundurkan diri pindah sekolah,” terangnya.
Bupati Haryanto menambahkan,  dalam hal permintaan permohonan SKTM, seorang Kades tidak bisa menolak. Karena, seorang Kades tidak dapat tidak dapat menentukan kriteria warganya mampu atau kurang mampu.
“Karena belum tentu rumahnya bagus itu kaya, karena rumahnya bagus ada yang ekonominya jatuh. Jadi tidak bisa dipakai ukuran. Tapi sudah melapor kepada saya, sudah banyak yang mencabut, membatalkan dan pindah sekolah ke daerah lain. Memang SKTM itu tidak ada ketentuan bakunya, sehingga Kades tidak bisa menolak, sehingga dalam hal ini setelah verifikasi lapangan, diketahui tidak memenuhi syarat ya harus ditolak,” kata Haryanto.
Namun sampai sekarang, penyalahgunaan terhadap SKTM yang disertakan sebagai persyaratan pada PPDB, belum ada satu pun yang ditindaklanjuti ke ranah hukum.(•)

Joomla templates by a4joomla