• text untuk iklan
    judul 1
    Banner untuk iklan 1Read more
  • titel 2
    Banner yang ke 2
  • judul3
    ini adlah tempat iklan 3
  • Judul iklan ke 4
    Gambar mic

Pati  –  Sebuah Koperasi Simpan Usaha (KSU) di Kabupaten Pati kini dalam penyidikan Polres Pati. Pasalnya, koperasi yang dikelola pasangan suami istri itu, diduga melakukan pencucian uang nasabahnya, hingga ratusan milyar rupiah. Polres Pati melakukan penyidikan terkait dugaan pencucian uang nasabah yang terjadi di Koperasi Simpan Usaha (KSU) Artha Jaya Mandiri Juwana Pati. Penyidikan terus dilakukan dengan penggeledahan untuk mencari barang-barang bukti.

Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan, melalui Kasat Reskrim AKP Galih Wisnu Pradipta kepada sejumlah jurnalis yang mewawancarainya mengatakan, dari penggeledahan terhadap dugaan pencucian uang KSU AJM yang dikelola pasangan suami istri berinisial K dan E itu, Polisi menyita beberapa surat penting terkait legalitas koperasi yang dalam pengelolaannya tidak jelas, dan uang nasabah masuk kantong pribadi Ketua dan Manager KSU.
“Sekarang kita tindak lanjuti yang sudah memasuki taraf penyidikan dan penggeledahan untuk mencari barang-barang bukti yang bisa menjerat pelaku. Sudah ada beberapa barang bukti yang kita amankan. Mulai dari surat-surat yang dimiliki terkait legalitas koperasi ini, pembukuan, laporan keuangan, neraca dan ada juga beberapa pinjaman yang dilakukan Ketua Koperasi bersangkutan tanpa sepengetahuan pengurus. Ada pengurusan fiktif yang tidak diberdayakan hanya numpang nama saja, tapi semuanya dijalankan oleh Ketuanya,”  ujarnya.
Indikasi pencucian uang tersebut, tutur Kasat Reskrim Polres Pati, karena uang  yang mengalir tidak berdasarkan kententuan berlaku. Dimana penghimpunan dana dari masyarakat yang dijalankan, tanpa sepengetahuan dan seizin BI, dengan modus sebagai sebuah koperasi.
“Total kerugian mencapai ratusan milyar rupiah. Pemiliknya saja melakukan pengalihan dana sekitar 50 milyar rupiah hingga 60 milyar rupiah. Itu yang baru kita dapatkan, entah nanti bisa bertambah lagi.  Nasabahnya sampai sekarang mencapai berkisar 7ribuan,” ujarnya.
Selain melakukan penggeledahan dan penyitaan dokumen-dokumen legalitas koperasi, tutur Kasat Reskrim Polres Pati, AKP. Galih Wisnu Pradipta, pihaknya melakukan percepatan penyidikan dengan berkoordinasi dengan OJK dan PPATK.  Baik terkait Perbankan maupun money laundrynya, untuk menelusuri sampai kemana aliran uangnya.  Sampai saat ini, penyidik Polres Pati baru memintai keterangan dari  karyawan dan beberapa pengurus KSU bersangkutan. Dan Polisi belum menetapkan seorang pun dalam perkara dugaan  pencucian uang ini  sebagai tersangkanya.(•)

Joomla templates by a4joomla