Pati, Kota – Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) diharapkan dapat menjaga marwah etika profesi dokter, dan profesionalitas berorganisasi. Selain itu, seorang dokter juga harus mengikuti perkembangan zaman dan teknologi.
Masalah kesehatan dari waktu ke waktu tetap sama. Hanya yang membedakan, sekarang ini kedudukan pasien dengan dokter menjadi sejajar.

0
0
0
s2smodern

Pati, Gabus – Hujan deran yang turun selama hampir dua jam, membawa tumpukan sarah (ranting bambu) di jembatan dan dam parit. Pemandangan tumpukan sarah itu, terlihat di beberapa jembatan di Desa Banjarsari Kecamatan Gabus.
Banyaknya ranting-ranting dan potongan bambu yang sengaja dibuang di sungai, menumpuk dan menyumbat di bawah jembatan dan saluran atau dam parit. Seperti yang terlihat di tiga titik di Desa Banjarsari Kecamatan Gabus.

0
0
0
s2smodern

Pati, Kota – Sebagian warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pati, melakukan perekaman data e-KTP. Sehingga mereka akan segera memiliki e-KTP yang menjadi persyaratan untuk menggunakan hak pilih pada Pemilu Serentak 2019.
Dari 359 warga binaan pemasyarakatan Lapas Kelas IIB Pati, 250an diantaranya belum memiliki e-KTP. Karena mereka belum pernah melakukan perekaman data e-KTP. Kepemilikan e-KTP ini bukan sekadar untuk kepentingan administrasi saja, tapi juga untuk kepentingan politik mereka. Karena untuk menggunakan hak pilih pada Pemilu Serentak 2019, setiap WNI yang memiliki hak pilih, harus memiliki e-KTP.

0
0
0
s2smodern

Pati, Kota – Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) di Kabupaten Pati untuk tetap optimis dalam menjalani hidup, dan produktif dalam berkarya. Pasalnya, HIV/AIDS hingga kini masih sebatas pencegahan, belum sampai pada pengobatan.
Para ODHA yang ada di Pati untuk tetap mengkonsumsi antiretroviral (ARV) secar rutin, untuk pencegahan HIV/AIDS. Selain itu, ODHA juga harus tetap optimis dan berkarya.
“Berbicara masalah aids itu memang sangat mencekam. Karena penyakit ini belum ada obat untuk menyebuhkan, hanya pencegahan. Meskipun dengan meminum obat hanya sebatas pencegahan, dan tidak bakalan bisa kembali sembuh normal seperti biasa,” demikin Bupati Pati Haryanto, usai membuka Seminar Sehari Pencegahan dan Penanggulanan HIV/AIDS pada peringatan Hari AIDS se-Dunia di Pendopo Kabupaten Pati, Selasa (4/12/2018).
Bupati Pati mengatakan, sesuai ketentuan WHO, identits seorang ODHA dilarang dipublikasikan kepada masyarakat, termasuk temuan hasil pemeriksaannya. Terkecuali atas kemauan ODHA bersangkutan. Karena, dikawatirkan akan terjadi stigma negatif terhadap ODHA oleh masyarakat. “Tapi juga tidak menyalahkan masyarakat karena ada kekawatiran hal tersebut akan menular kepada anggota keluarganya. Apakah dengan salaman bisa menular, tidak!. Yang bisa menular rerata dari keluarga sendiri. Asal muasal seseorang terjangkiti HIV/AIDS itu, karena berganti-ganti pasangan,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Bupati Pati Haryanto menuturkan, sejak 1996 hingga sekarang, ditemukan 1.333 ODHA, bahkaan 168 ODHA diantaranya telah meninggal dunia.(•)

0
0
0
s2smodern

Joomla templates by a4joomla